Memanusiakan Manusia

Posted on


Gambar

memperlakukan Manusia sebagai manusia

Ketika saya memperhatikan banyak para sahabat saya, mungkin saya sendiri termaksud didalamnya, saat pengemis, pengamen, datang kita akan bersikap kasar mengusir mereka tak jarang terlontar kata-kata yang pedas terhadap mereka. Sungguh menyedihkan saya melihatnya. Pernahkan terpikir mereka juga sama seperti kita manusia.

Saya hanya coba membandingkan ketika kita memperlakukan bos kita, rekan bisnis, ataupun penguasa yang sama-sama manusia, kita perlakukan mereka dengan penuh santun, hormat, ramah.

Apakah bedanya pengemis, pengamen, anak jalanan, bawahan, disbanding bos, rekan bisnis ataupun penguasa. Mereka sama-sama manusia yang menginginkan diperlakukan sebagai manusia seutuhnya, kenapa kita membedakan perlakuaan kita apakah karena yang satu memiliki harta, kekuasaan, atau dapat memberi sukes….? Dan yang satu dalam keadaan kekurangan dan penuh pengharapan dengan kita, jadi kita bisa memperlakukan mereka seenaknya. Saya pun masih menerka jawabannya….

Sungguh kita sering membedakan manusia karena apa yang dimilikinya, siapa mereka, apakah mereka berkuasa atau tidak. Dan segala attribute social yang dimiliki, wajarkah kita seperti itu…..

Kenapa kita tidak bisa memperlakukan manusia seperti manusia….? Maksudnya kita tidak pandang status social, kita perlakukan semua manusia dengan remah, dan bermartabat. Kita pun tidak ingin dianggap remeh oleh orang lain, dan kita menginginkan kita diperlakukan dengan baik.

Apakah karena nasib mereka kurang beruntung, kita bisa terkadang menghardik, mencaci saudara kita yang kurang beruntung…? Dan kita tunduk dan hormat dengan seseorang dengan nasib yang lebih baik, tidak jarang kita menghamba kepada orang yang bernasib lebih baik kepada kita…?

Coba sejenak kita bayangkan jika kita yang berada pada posisi mereka, kita dihardik, dicaci, dimaki, bagaimana perasaan kita…. Sakit bukan… dalam kondisi tersebut kita ingin balik mengumpat, karena keaadaan kita tidak bisa. Maukah kita diperlakukan seperti itu, saya rasa jawabannya tidak.

Mungkin saat ini nasib kita sedang baik, sehingga kita bisa dipandang, dihormati, karena kita punya harta, punya kekayaan, kita orang sukses, tapi dalam hidup, roda kehidupan akan terus berputar, kadang keaadan kita baik dan kita berada diatas, dan tidak menutup kemungkinan kita bangkrut, dan kita berada dibawah.

Saya dengan ini mencoba mengajak para sahabat untuk dapat memperlakuakan manusia sebagai manusia, kita bersikap ramah, sopan, bersahabat, berbagi, kepada semua orang tanpa memandang status social mereka. Karena dengan memperlakuakan orang sebagai manusia, kita akan diperlakuakn sama oleh orang lain. Saya yakin semua sahabat-sahabat bisa seperti itu, karena dasar manusia adalah baik.

Mari kita wujudkan memperlakuakn manusia sebagai manusia, kita mulai dengan memperlakuakn orang sekitar kita, baik itu office boy, rekan kerja, satpam, direktur, dengan sikap yang sama, sikap yang ramah, dan menghargai martabat mereka sebagai sesame ciptaan tuhan.

“ Perlakukan semsama manusia sebagai manusia, yang tidak merendahkan harga dirinya “

“Ketika kita menanam kebaikan, kita akan menerima kebaikan yang lebih besar, begitu pula saat menanam keburukan bersiaplah menerima keburukan yang lebih besar”

jangan lupa komentar ya................

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s