Kran Air di Tengah Padang Pasir

Posted on Updated on


image

Gresik adalah salah satu kabupaten yg dekat dengan surabaya secara geografis. Banyak pabrik yg tumbuh dan menghutani di kabupaten trrsebut. Menurut hasil browsing-an saya di internet ada sekitar 1200 an pabrik yang legal(gilaaaaa….Lah belum yang ilegal). Hal ini pun mendorong tingkat pertumbuhan ekonomi kabupaten yang juga dikenal sebagai kota “pudak” (makanan khas kota gresik yg dibungkus dengan pelepah pisang).

Kembali lagi ke hutan yang mengerubungi kabupaten tersebut, seperti layaknya kota yang dikerubuti pabrik lainnya. Kepulan polusi pun membau di hidung sebagian warga gresik wabil khusus yang berada dekat dengan area industri. Tidak hanya polusi dari pabrik, sih. Dengan bejibun nya para pendatang dari kabupaten lain untuk “nyambung urip” (melanjutkan hidup) juga menambah polusi dari kendaraan yg di bawah mereka. Jadi lengkaplah sudah ke-sumpek-an warga gresik polusi udara plus polusi keramaian (macet-macet cak).

Rutinitas warga gresik yang tentunya dipadatkan dengan intensitas dengan tingkat tinggi dari hari senin- jumat. Dalam pikiran saya tentunya pada hari sabtu minggu pasti banyak tempat-tempat hiburan yang menjadi pelepas leleh warga gresik. Akan tetapi justru aneh dan uniq nya disini. Bukan tempat hiburan yang didatangi warga gresik secara berduyun-duyun akan tetapi majlis-majlis spiritual lah yang secara rutin diakhir minggunya, di datangi warga gresik secara berduyun-duyun. Seperti majlis dzikir Al-Khidmah yang setiap minggunya di undang penduduk dalam acara haul yang pasti ada setiap minggunya. Bahkan sampai hari ulang tahun berdirinya sebuah SMA saja mengundang majlis dzikir. Belum lagi seperti haul Akbar di Giri, besok sabtu 17 januari 2015 yang rutin di gelar sekali setiap tahunnya.

Semangat spiritual yang tetep melekat pada warga gresik inilah yang membuat hati saya tersentak. Ingin rasanya menangis karena sudah berdosa telah menganggap remeh keadaan bangsa yang saya anggap mau runtuh peradabannya ini. Akan tetapi dengan menyaksikan adanya  warga gresik yang mampu mempertahankan peradaban spiritual yang sudah di bangun oleh para sesepuh seperti Maulana Malik Ibrahim, Fatimah binti Maimun, Sunan Giri, Raden Santri,Sunan Prapen dll di tengah berkembang biaknya hutan pabrik di kabupaten gresik. Marilah tetap bersyukur bahwa di tengah padang pasir yang kering kerontang ini Tuhan masih memberikan kran air.

jangan lupa komentar ya................

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s