Idealisme Vs Pragmatisme

Posted on


Idealisme sering menghegemoni pemikiran mahasiwa, karena sering digembor-gemborkan mahasiswa hari ini harus idealis jangan menjadi mahasiswa yang pragmatis, salah satu contoh hari ini adalah mahasiswa yang sering melakukan aksi turun jalan, mereka bilang kemana mahasiswa hari ini kok tidak peduli dengan rakyatnya, hari ini rakyat menjerit sengsara dicekik oleh pemerintah tetapi kemana mereka, dan ada pula mahasiswa yang mengatakan kalian ini ngapain ikut-ikut demo mending kalian itu kuliah yang rajin, dan belajar yang bener sehingga dapat nilai bagus biar masa depan jelas dan seterusnya.

Agar sifat dan sikap kita bisa sebagaimana mahasiswa semestinya maka perlu kiranya kita mengupas tentang mahasiswa yang idealis itu seperti apa dan yang pragmatis juga seperti apa. Istilah idealisme dalam kamus besar bahasa Indonesia edisi keempat terbitan gramedia memiliki tiga arti, yang pertama yaitu aliran yang menganggap pikiran atau cita-cita sebagai salah satunya hal yang benar dan dapat dipahami; kedua yaitu berusaha hidup menurut cita-cita, menurut patokan yang dianggap benar; ketiga yaitu aliran yang mementingkan hayal atau fantasi untuk menunjukkan keindahan dan kesempurnaan meskipun tidak sesuai dengan kenyataan. Dari ketiga pengertian diatas semuanya tertuju pada kesempurnaan hidup atau cita-cita tertinggi yang dicapai dengan cara-cara orientatif yang tidak mudah ikut arus.

Selanjutnya istilah pragmatis ialah pola pikir dalam mendapatkan sesuatu dengan mengutamakan cara-cara yang mudah dan praktis dan kurang memperhatikan efek atau akibat dari cara-cara praktis yang digunakan (tidak berfikir panjang ). Mahasiswa pragmatis cenderung tidak menghargai sebuah proses karena selalu tergesah gesah dalam tindakannya. Hilangnya sosok tauladan merupakan salah satu penyebab tumbuh suburnya sifat pragmatis mahasiswa apalagi dengan adanya kemajuan teknologi yang menyajikan doktrin-doktrin konsumtif pada generasi muda sehingga akan semakin mempermarah keadaan ini.

Dalam menaggulangi pragmatisme mahasiswa sedikit mengambil teori heararchy  of needs Abraham maslow (1908-1970), ia menyatakan bahwa manusia dalam memenuhi kebutuhannya dibagi menjadi dua yaitu kebutuhan dasar dan kebutuhan pertumbuhan. Kebutuhan dasar ialah kecukupan fisiologis, kesalamatan dan keamanan, sedangkan kebutuhan pertumbuhan terdiri dari keterlibatan dan hubungan social harga diri dan aktualisasi diri. Saat kebutuhan dasar seseorang belum terpenuhi maka seseorang akan menjadi serakah dan tamak sedangkan kebutuhan pertumbuhan akan terabaikan. Dan disinilah yang sering terjadi pada mahasiswa modern dimana mereka terkadang mereka dengan kebutuhan pertumbuhan yang sebenarnya sama pentingnya.

Kita sebenarnya perlu melihat dan memahami posisi kita sebagai diri kita dan posisi kita sebagai anak bangsa, kita sebagai diri kita tentunya memiliki cita dan harapan yang sesuai dengan bidang profesi yang kita minati akan tetapi kita juga harus mengetahui cita-cita bangsa ini apa sehingga antara pribadi dan bangsa kita tidak berbenturan. Karena keberhasilan seseorang tidak hanya diukur dengan IP bagus dan lulus tepat waktu, akan tetapi bagaimana dia bisa menempatkan antara posisi kemampuannya dan disandingkan dengan kebutuhan sekitarnya tanpa mengunakan cara-cara pendek.

Jadi karakter mahasiwa memang memiliki peranan penting dalam menyusun bangunan paradigma peradaban bangsa kita, karena karakter ini akan menentukan keadaan bangsa ini. Membincangkan tentang karakter mahasiswa yang hari ini harus dibenturkan dengan kebutuhan hidup yang semakin mahal maka muncullah pilihan kontradiktif bagi mahasiswa untuk bersikap. Sebuah studi kasus “Biaya pendidikan yang hari ini semakin menjulang tajam dan hari ini kompensasi pendidikan masih belum bisa menjawab keruncingannya terhadap kemiskinan dan kebodohan hal ini pun akan menyudutkan sikap mahasiswa apalagi yang berlatar belakang menengah kebawah, hal ini coba anda tanggapi ”

jangan lupa komentar ya................

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s