INDIA KEKERASAN

Posted on Updated on


wanita dan suara

Pertengahan bulan desember ini kabar internasional dikejutkan dengan kasus pemerkosaan yang terjadi di india, kasus permekosaan ini dilakukan oleh enam orang pelaku terhadap mahasiswi s2 kedokteran yang identitas korban dirahasiakan oleh pemerintah india. Kajadian tersebut bermula korban bersama temannya naik bis di daerah Munirka setelah menonton film, mereka berencana menuju Dwarka di Delhi. Korban dan temannya dipukuli dengan besi dan korban diperkosa selama satu jam dan korban dilempar dipinggir jalan. Baerita inipun mendapat respon dari masyarakat india utamanya kaum perempuan dengan melakukan demo, mereka berasumsi bahwasanya polisi gagal dalam merespon kekerasan terhadap wanita karena Rabu lalu, seorang perempuan bunuh diri di negara bagian Punjab, setelah mencoba melapor kasus pemerkosaan yang diduga terjadi pada bulan lalu. Dan Perdana Menteri India Manmohan Singh mengatakan untuk menyalurkan energy dan emosinya kedalam aksi nyata maka di bentuklah dua komite untuk mempercepat proses pengadilan terhadap kasus kekerasan seksual terhadap perempuan, dan satu komite lain untuk mengetahui apa yang terlewatkan sehingga peristiwa pemerkosaan itu terjadi di Delhi.
Melihat berita tersebut kita bisa menganalisa bahwa pemerintah dan masyarakat india sangat sigap dalam merespon kasus kekerasan terhadap wanita, masyarakat yang berduyun duyun berkumpul dan meneriakkan bahwa elemen yang ada dalam pemerintahan utamanya dalam menjaga keamanan penduduk india oleh karena itu masyarakat menuntut pemerintah untuk segera membenahi system keamanan yang telah ada, Kebijakan ini termasuk patroli polisi di malam hari, mengecek supir bis dan asisten mereka, serta melarang jendela bis ditutup tirai atau dicat.
Sebagai bahan refleksi aktivis apa sebenarnya yang harus dilakukan melihat kasus diatas karena lagi-lagi ini hanya menjadi pengingat dan apakah kita cuma hanya bisa mengingat dan turut prihatin akan kejadian tersebut, padahal kasus-kasus tersebut sudah terjadi beberapa kali di negeri tercinta ini salah satunya adalah kasus angkot mesum Jakarta selatan jurusan Ciputat-Pondok Labu bernomor polisi B 8369 CN terjadi kekerasan terhadap karyawati pada rabu 13 september 2011 korban juga diperkosa secara bergilir oleh beberapa teman supir angkot, berdasarkan perkembangannya supir angkot tersebut ditangkap oleh polres Jakarta selatan dilampu merah lebak bulus. Tetapi sampai sekarang kejadian-kejadian tersebut tetap saja marak terjadi karena belum ada metode penyelesain secara konkrit karena kebijakan yang diambil tidak memeberikan efek jerah terhadap pelaku dan orang-orang yang memiliki niat jahat.
Mengingat banyak sekali permasalahan yang ada di Indonesia, sampai ada plesetan bahwa kalkulator saja tidak mampu menghitung permasalahan yang berkutat di Indonesia. Selain itu juga ketika membicarakan permasalahan seharusnya harus ada juga penyelesaian yang dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat sendiri untuk sedikit membincangkan permasalahan secara bersama-sama bukan hanya sekedar wacana yang tanpa ada eksekusinya. Karena kekuatan yang sangat amat besar ketika pemerintah dan masyarakat bersama-sama menggalang kekuatan untuk menyelesaikannya. Sayang sekali buru-buru menyelesaikannya dalam menyelesaikan permasalahan saja terdapat turunan masalah dari elemen-elemen yang ada didalam Negara ini. Karena tidak mampu bersatunya elemen-elemen bangsa karena adanya tunggangan kepentingan dalam masing-masing permasalahan.

jangan lupa komentar ya................

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s