Kaderisasi PMII Eksakta

Posted on Updated on


Kaderisasi merupakan kewajiban utuh bagi PMII untuk selalu senatiasa menformulasikan dengan mentransformasikan pemikiran-pemikiran dari berbagai sudut pandang dan subyek yang berbeda untuk dibawa kedalam diskursus dan tidak akan pernah kunjung usai untuk dilaksanakan dan kembali lagi untuk di refleksikan. Dengan harapan pemikiran-pemikiran tersebut mampu menjadi sebuah ramuan yang jitu untuk dimanifestasikan dalam menumbuhkembangkan kader.

Tentunya ramuan yang jitu tersebut haruslah didasarkan pada beberapa hal yang menjadi landasan utama dan dinding-dinding yang menjadi pembatas bagi laju perkembangan kaderisasi yang tidak lain adalah didasarkan pada nilai-nilai dan tujuan luhur PMII sehingga mampu menjadikan insan-insan pergerakan mampu memiliki citra diri yang Ulul Albab, yaitu kader yang mampu terhanyut oleh aliran-aliran nilai yang terkandung dalam Tri Motto (Dzikir, Fikir dan amal Sholeh), Tri Khidmah (Profesionalitas, Intelektualitas dan Ketaqwaan ) dan Tri komitmen (kejujuran, keadilan dan kebenaran) PMII., sehingga arus tersebut mampu menyeret kita untuk bisa menjadi khalifah dimuka bumi ini dan menjadi pencerah bagi kehidupan umat manusia.

Terdapat pula dasar yang kemudian harus kita kembangkan sehingga mampu berjalan selaras dengan tujuan PMII itu sendiri yaitu kemampuan kita dalam mengembangkan keprofesionalitasan kita sebagai kader eksakta sehingga mampu untuk memberikan tawaran perubahan melalui sudut pandang yang kita miliki.

Terlalu dini mungkin kita membicarakan kaderisasi eksakta, tetapi ruangan yang kita bentuk dan lintasan lokomotif  kita sendiri, belum sesuai dengan apa yang kita inginkan untuk mewujudkan kader impian itu. Oleh karena itu pada periode ini, kami mencoba untuk menata ulang kembali batubata yang merupakan bangunan kekuatan kaderisasi yang sempat retak pada kesempatan sebelumnya untuk memasifkan kaderisasi selanjutnya, sebagai tindakan untuk mewujudkan suatu bentuk yang menjadi keinginan kita yaitu komunikasi yang terpola kekeluargaan sehingga akan muncul pemikiran, sikap,moral dan etika yang seyogyanya. Setelah itu kami mencoba untuk menggunakan metode perekrutan yang mengutamakan kwantitatif  yang tanpa juga meninggalkan kwalitas. Tetapi  walaupun demikian jumlah anggota dan kader yang kita peroleh masih lebih kecil secara kwantitas dari tahun sebelumnya sehingga dipertengahan kepengurusan kami mencoba untuk memasifkan asupan-asupan materi yang memacu untuk meningkatkan kualitas pemikiran terhadap kader-kader baru  untuk pengembangan diri mereka, dan kami juga menanamkan sikap loyalitas dan militan terhadap Galileo sebagai symbol kebanggaan tersendiri dengan melalui agenda-agenda bersifat formal, non formal dan in formal walaupundengan keterbatasan yang kami miliki. Sehingga metode perekrutan yang kita lakukan selama belangsung sebenarnya adalah bersifat semi kwantitatif-kwalitatif setelah kita lihat bersama-sama. Tetapi ada satu hal yang kemudian hari ini ingin kita teriakkan pada kepengurusan selanjutnya yaitu bagaimana cara memebentuk kader yang kritis transformatif tetapi memiliki moral dan etika antar sesama umat manusia yang tidak lain kuncinya adalah menentukan komunikasi terpola terhadap yang lain. Dan semoga harapan ini bisa didengarkan oleh sahabat/i pemangku tongkat estafet kepengurusan selanjutnya. amin

jangan lupa komentar ya................

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s