Makalah Kimia Unsur Golongan III B

Posted on Updated on


BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Dibumi kita banyak sekali terdapat logam-logam, entah dari logam alkali, logam mulia, sampai logam tanah jarang. Logam tanah jarang terdapat di alam kita dengan kelimpahan yang relative sedikit, dan biasanya ditemukan dialam dalam bentuk suatu senyawa. Yang kemuadian diproses untuk memisahkannya dari senyawa-senyawa yangn dianggap pengotor. Logam tanah jarang sangat banyak sekali kegunaannya, seperti: motor listrik pada mobil hybrid,Power steering elektrik Air conditioners, enerator, Hard Disk Drives. Logam yang akan dibahas adalah LTJ (Logam Tanah Jarang) yang termasuk golongan III B. Logam tanah jarang (LTJ) merupakan unsur yang terletak di dalam golongan lantanida dan termasuk tiga unsur tambahan yaitu Yttrium, Thorium dan Scandium. Masing-masing logam ini memiliki sifat yang berbeda-beda, serta memiliki struktur dan berbeda pula. Pemasukkan yttrium, torium dan skandium ke dalam golongan logam tanah jarang dilakukan dengan alasan kesamaan sifat.Logam tanah jarang tidak ditemukan di bumi sebagai unsur bebas melainkan dalam bentuk senyawa kompleks karbonat ataupun fosfat. Saat ini karena kegunaan dari LTJ (logam tanah Jarang ) sangatlah banyak, sehingga banayak pula yang mencarinya untuk digunakan menurut kepentingan mereka, namun tetap saja masih banyak tersimpan bahaya dari logam tanah jarang karena sebagian besar merupakan unsur radioaktif yang sangat tidak baik untuk kesehatan. Namun dengan mempelajari lebih dalam mengenai logam tanah jarang diharapkan dapat memberikan kita pengetahuan agar dapat menangani logam tersebut dengan benar sehingga tidak membahayakan bagi diri kita.

1.2 Tujuan
Mengetahui kecenderungan sifat fisik dan kimia dalam satu golongan dan persenyawaan.

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Sejarah

Sesuai namanya, unsur-unsur ini jarang ditemukan di bumi. Jika ditemukan selalu dalam jumlah yang sangat kecil. Kelompok logam ini pertama kali ditemukan pada tahun 1787 oleh seorang letnan angkatan bersenjata Swedia bernama Karl Axel Arrhenius. Ia mengumpulkan mineral hitam ytteribite dari penambangan feldspar dan quartzkuarsa di dekat Desa Ytterby, Swedia. Kemudian, mineral ini berhasil dipisahkan oleh J. Gadoli pada tahun 1794, dengan memperoleh mineral Ytterbite. Selanjutnya, nama mineral tersebut diganti menjadi Gadolinite(cotton,2009).
Penemuan unsur baru ini, tentunya memicu penelitian yang membuahkan penemuan unsur-unsur logam tanah jarang lain.
• Tahun 1804 Klaproth dan rekan-rekannya menemukan ceria yang merupakan bentuk oksida dari Cerium.
• Tahun 1828, Belzerius memperoleh mineral thoria dari mineral thorite
• Tahun 1842 Mosander memisahkan senyawa bernama yttria menjadi tiga macam unsur melalui pengendapan fraksional menggunakan asam oksalat dan hidroksida. Unsur tersebut adalah Yttria, Terbia dan Erbia.
• Tahun 1878, berkat petunjuk M. Delafontaine, Boisbaudran mampu memperoleh samarium.
• Tahun 1885, Welsbach memisahkan praseodymium dan neodymium yang terdapat pada samarium.
• Tahun 1886, Boisbaudran memperoleh gadolinium dari mineral Ytterbia yang diperoleh J.C.G de Marignac tahun 1880.
• Pada 1907 dari Ytterbia yang diperoleh Marignac, L. de Boisbaudran mampu memisahkan senyawa tersebut menjadi Neoytterium dan Lutecium. P.T. Cleve mampu memisahkan tiga unsur dari erbia dan terbia yang dimiliki Marignac. Ia memperoleh Erbium, Holminium dan Thulium. L. De Boisbaudran, mampu memperoleh unsur lain bernama Dysporsia

2.2 Sumber
Logam tanah jarang tidak ditemukan berupa unsur bebas dalam lapisan kerak bumi (earth’s crust). Namun ia berbentuk paduan membentuk senyawa kompleks. Sehingga logam tanah jarang harus dipisahkan terlebih dahulu dari senyawa kompleks tersebut(cotton,2009).
Secara umum, rare earth ditemukan dalam bentuk senyawa kompleks phospat dan karbonat. Di bawah ini adalah beberapa contoh mineral logam tanah jarang yang ditemukan di alam.
• Bastnaesite (CeFCO3). Merupakan sebuah fluoro-carbonate cerium yang mengandung 60-70% Oksida logam tanah jarang seperti Lanthanum and Neodymium. Mineral bastnaesite merupakan sumber logam tanah jarang yang utama di dunia. Bastnaesite ditemukan dalam batuan cabonatite, dolomite breccia, pegmatite dan amphibole skarn.
• Monazite ((Ce,La,Y,Th)PO3) Merupakan senyawa phospat logam tanah jarang yang mengandung 50-70% Oksida LTJ. Monasite diambil dari mineral pasir berat yang merupakan hasil samping dari senyawa logam berat lain. Monasite memiliki kandungan thorium yang cukup tinggi. Sehingga mineral tersebut memiliki sifat radioaktif.
• Xenotime (YPO4) merupakan senyawa yttrium phosphat yang mengandung 54-65% logam tanah jarang termasuk erbium, cerium dan thorium. Xenotipe juga merupakan mineral yang di temukan dalam mineral pasir berat seperti pegmatite dan batuan leleh (igneous rocks)
• Zircon, merupakan senyawa a zirconium silicate yang didalamnya ditemukan thorium, yttrium dan cerium.

Dalam memperoleh mineral diatas, tidak bisa didapatkan dengan mudah. Karena jumlah mineral tersebut sangat terbatas. Terlebih lagi, mineral diatas tidak terpisah sendiri,tetapi ia tercampur dengan mineral lain. Seperti contohnya pada kepulauan bangka Belitung, mineral ini merupakan hasil samping dari penambangan timah. Sehingga sebelum memperoleh mineral di atas, maka diperlukan proses pemisahan terlebih dahulu.
Mineral-mineral yang mendominasi dalam senyawa logam tanah jarang diatas adalah Lanthanum, Cerium, Neodymium. Sehingga mineral ini, menjadi ekonomis untuk dilakukan proses ekstraksi. Sehingga pemanfaatan ketiga mineral ini, sangat tinggi dibanding mineral logam tanah jarang lainnya(cotton,2009).
2.3 Sifat-sifat umum
Secara tegas, keempat belas unsur diatas mengikuti La yang mana elektron-elektron 4f ditambahkan berurutan pada konfigurasi La. Istilah lantanida sendiri diambil dari kata unsur lanthanum yang mana unsur-unsur yang lainnya mengikuti unsur lanthanum ini. Unsur Lanthanum adalah prototip bagi keempat belas unsur berikutnya. Penurunan yang tajam dalam jari-jari atom dan ion dari unsur-unsur ini disebut dengan istilah pengerutan lantanida. Unsur-unsur lanthanida memiliki keelektropositifan yang tinggi dengan potensial M3+/M mulai dari -2,25 V (Lu) sampai -2,52 V (La). Kimiawinya terutama ionic dan berupa ion-ion M3+(cotton,2009).
Yttrium, yang terletak di atas La dalam golongan III A memiliki ion +3 yang mirip dengan inti gas mulia; sehubungan dengan pengaruh pengerutan lantanida, jari Y3+ dekat pada nilai bagi Tb3+ dan Dy3+. Akibatnya, Y terdapat pada mineral Lantanida. Unsur yang lebih ringan dalam golongan IIIA ini yaitu Skandium. Meskipun ia memiliki jari-jari ionik yang lebih kecil dan memperlihatkan sifat kimia intermediat antara jari-jari ionik Al dan Y dan lantanida(cotton,2009).
Valensi yang Beragam. Lantanida tertentu membentuk ion-ion +2 atau +4. Ion +2 mudah dioksidasi dan ion +4 mudah direduksi menjadi +3. Penjelasan yang sederhana bagi keberadaan valensi ini adalah bahwa kulit yang kosong terisi setengah atau terisi penuh sangat stabil. Fenomena yang mirip ini berhubungan dengan entalpi pengionan unsur deret transisi pertama dan kulit 3d yang terisi setengah menjadi penyebab atas kestabilan mangan (II). Bagi lantanida, tingkat oksidasi IV untuk cerium memberikan Ce4+ dengan konfigurasi kulit f yang kosong dari f14. Konfigurasi f7 yang terisi setengah dari Gd3+ dibentuk oleh reduksi menghasilkan Eu2+ atau oksidasi menghasilkan Tb4+. Faktor-faktor lain yang terlibat, dengan demikian diperlihatkan oleh adanya banyak ion +2 yang distabilkan dalam kisi CaF2 dan Kompleks Pr4+ dan Nd4+(cotton,2009).
Sifat magnetik dan spektra. Ion lantanida yang memiliki elektron tidak berpasangan berwarna dan paramagnet. Terdapat perbedaan mendasar dari unsur grup d dalam hal bahwa elektron-elektron 4f adalah elektron dalam dan terlindung sangat efektif dari pengaruh gaya luar oleh tumpukan kulit 5s2 dan 5p6. Dengan demikian, hanya terdapat pengaruh yang benar-benar lemah dari medan ligan . Sebagai hasilnya, transisi elektron antara orbital-orbital f menimbulkan pita-pita serapan yang sangat sempit, sama sekali tidak mirip dengan pita lebar yang dihasilkan dari transisi d-d, dan sifat magnetik ion-ion sedikit dipengaruhi oleh sifat kimiawi sekelilingnya(cotton,2009).
Bilangan Koordinasi dan Stereokimia. Hal ini adalah kekhasan ion M3+ bahwa bilangan koordinasi lebih dari enam adalah biasa. Sangat sedikit unsur terkoordinasi enam diketahui, namun bilangan koordinasi 7,8,9 adalah penting. Dalam ion [Ce(NO3)6]2-, Ce dikelilingi oleh 12 atom oksigen dari gugus khelat NO3.
Penurunan jari-jari dari La ke Lu juga memeliki pengaruh bahwa struktur kristal yang berbeda dan bilangan koordinasi yang berbeda dapat terjadi untuk bagian-bagian yang berbeda dari golongan lantanida. Sebagai contoh, atom logam dalam triklorida La-Gd terkoordinasi 9, sedangkan klorida dari Tb – Lu memiliki sejenis struktur AlCl3 dengan logam yang terkoordinasi oktahedral. Perbedaan yang mirip dalam bilangan koordinasi terjadi bagi ion dalam larutan(cotton,2009).
2.4 Unsur-unsur transisi
Dalam sistem periodik panjang, unsur-unsur ini terletak di bagian tengah dan dikenal sebagai unsur blok-p. Unsur-unsur transisi transisi atau dikenal sebagai logam transisi, biasanya didefinisikan sebagai unsur yang atomnya mengandung sub-kulit d yang belum terisi penuh(achmad,2001).
Sifat umum unsur transisi adalah:
(a) Senyawanya pada umumnya berwarna.
(b) Banyak senyawanya bersifat paramagnetik.
(c) Mempunyai beberapa harga bilangan oksidasi.
(d) Dapat membentuk senyawa kompleks.

Perbandingan sifat Unsur Golongan III B
a. Ukuran Atom
Dalam satu golongan, dari atas ke bawah jari-jari semakin bertambah besar, jumlah kulit elektron semakin banyak.Sedangkan dalam satu periode, dari kiri ke kanan jari-jari semakin pendek, karena ukuran inti semakin ke kanan semakin besar, daya tarik inti dengan elektron semakin kuat(annonimous).

b. Densitas
Dalam satu golongan dari atas ke bawah densitas semakin besar. Hal ini dikarenakan massa atom relative yang semakin besar pula tetapi menempati volume yang hampir sama(annonimous).

c. Energi Ionisasi
Energi ionisasi merupakan energi yang dibutuhkan untuk melepaskan satu elektron yang terikat paling lemah dari suatu atom netral atau dalam keadaan gas.

Dalam satu golongan, dari atas ke bawah nilai energi ionisasi unsur golongan IIIB semakin menurun, karena dari atas ke bawah jari-jari atom semakin besar sehingga daya tarik inti dengan elektron terluar semakin lemah, maka energi ionisasinya semakin kecil(annonimous).
d. Elektronegatifitas
Elektronegatifitas adalah kemampuan suatu atom untuk menarik elektron dari atom unsur lain.Dalam satu golongan, dari atas ke bawah elektronegatifitas unsur golongan IIIB semakin kecil, karena jari-jarinya semakin besar, volumenya semakin besar dan daya tarik inti dan elektron semakin lemah(annonimous).
SKANDIUM
Sejarah
(Latin: scandia, Scandinavia). Mendeleev telah memprediksi keberadaan unsur ekaboron berdasarkan prinsip sistim periodik yang ditemukannya. Unsur ini diperkirakan memiliki berat atom antara 40 (kalsium) dan 48 (titanium). Elemen skandium ditemukan oleh Nilson pada tahun 1878 di dalam mineral-mineral euxenite dan gadolinite, yang belum pernah ditemukan dimanapun kecuali di Skandinavia. Dengan memproses 10 kg euxenite dan hasil sampingan mineral-mineral langka lainnya, Nilson berhasil memproduksi 2 gram skandium oksida murni. Ilmuwan-ilmuwan berikutnya kemudian menunjukkan bahwa skandium yang ditemukan Nilson sama dengan ekaboronnya Mendeleev(annonimous).
Sumber-sumber
Skandium ternyata lebih banyak ditemukan di matahari dan beberapa bintang lainnya (terbanyak ke-23) dibandingkan di bumi (terbanyak ke-50). Elemen ini tersebar banyak di bumi, terkandung dalam jumlah yang sedikit di dalam banyak mineral (sekitar 800an spesies mineral). Warna biru pada beryl (satu jenis makhluk hidup laut) disebutkan karena mengandung skandium. Ia juga terkandung sebagai komponen utama mineral thortveitite yang terdapat di Skandinavia dan Malagasi. Unsur ini juga ditemukan dalam hasil sampingan setelah ekstrasi tungsten dari Zinwald wolframite dan di dalam wiikite dan bazzite(annonimous).
Kebanyakan skandium sekarang ini diambil dari throtvitite atau diekstrasi sebagai hasil produksi pemurnian uranium. Skandium metal pertama kali diproses pada tahun 1937 oleh Fischer, Brunger dan Grienelaus yang mengelektrolisis cairan eutectic kalium, litium dan skandium klorida pata suhu 700 dan 800 derajat Celcius. Kabel tungsten dan genangan seng cair digunakan sebagai elektroda dalam graphite crucible. Skandium muruni sekarang ini diproduksi dengan cara mereduksi skandium florida dengan kalsium metal( paul,2008).
Sifat-sifat
Skandium adalah logam perak-putih yang berubah warna menjadi kekuningan atau kemerahjambuan jika diekspos dengan udara. Elemen ini lunak dan lebih menyerupai itrium dan metal-metal langka lainnya ketimbang aluminium atau titanium. Ia ringan dan memiliki titik didih yang lebih tinggi daripada aluminium, menjadikannya bahan yang sangat diminati oleh perangcang pesawat antariksa. Skandium tidak terserang dengan campuran 1:1 HNO3 dan 48% HF(annonimous).
Kegunaan
Sekitar 20 kg skandium (Sc2O3) sekarang ini digunakan setiap tahun di Amerika untuk memproduksi lampu intensitas tinggi, dan isotop radioaktif 46Sc digunakan sebagi agen pelacak dalam kilang minyak mentah. Skandium ioda yang ditambahkan ke lampu uap merkuri memberikan pancaran sinar mirip matahari yang efisien, yang penting untuk penerangan ruangan atau TV bewarna malam hari(paul,2008).
Sifat Kimia
Sifat kimia dari Skandium:
Reaksi dengan air:
Ketika dipanaskan maka Skandium akan larut dalam air membentuk larutan yang terdiri dari ion Sc (III) dan gas hidrogen
2Sc(s) + 6H2O(aq) 2Sc3+(aq) + 6OH-(aq) + 3H2(g)
Reaksi dengan oksigen
Pada reaksi dengan udara atau pembakaran secara cepat maka akan membentuk scandium (III)oksida
4Sc(s) + 3O2(g) 2Sc2O3(s)
Reaksi dengan halogen
Skandium sangat reaktif ketika bereaksi dengan semua unsur halogen membentuk trihalida
2Sc(s) + 3F2(g) 2ScF3(s)
2Sc(s) + 3Cl2(g) 2ScCl3(s)
2Sc(s) + 3Br2(l) 2ScBr3(s)
2Sc(s) + 3I2(s) 2ScI3(s)
Reaksi dengan asam
Skandium mudah larut dalam asam klrida untuk membentuk larutan yang mengandung ion Sc (III) dan gas hidrogen
2Sc(s) + 6HCl(aq) 2Sc3+(aq) + 6Cl-(aq) + 3H2(g)
Sifat Paramagnetik
Ion logam blok d mengandung electron yang tidak berpasangan. Gerakan elektron tidak berpasangan ini yang bermuatan negatif menghasilkan medan magnet kecil. sifat paramagnetic dari ion scandium (III) adalah tidak menghasilkan warna karena tidak adanya gerakan electron yang berpindah pada orbital d.
Heksagonal
Gambar 2.1 struktur kristal scandium
AKTINIUM
Sejarah
(Yunani, aktis, aktinos, sinar atau pancaran sinar). Ditemukan oleh Andre Debierne di tahun 1899 dan juga oleh F. Giesel di tahun 1902. Unsur ini terdapat secara alami dan mengasosiasikan diri dengan mineral-mineral uranium. Aktinium-227, produk hasil radiasi uranium-235 adalah pemancar sinar beta dengan 21.6 tahun half-life. Hasil radiasi Ac-227 yang utama adalah torium-227 (18,5 hari), radium-223 (11,4 hari), dan beberapa unsur lainnya seperti radon, bismuth, polonium dan isotop timbal(mohsin,2006).
Jika berada dalam status kesetimbangan dengan produk-produk hasil radiasinya, Aktinium merupakan sumber pemancar sinar alpha yang kuat. Logam aktinium telah berhasil dipersiapkan dengan mereduksi aktinium fluorida dengan uap litium pada suhu 1100 sampai 1300 derajat celcius. Sifat kimia aktinium adalah sangat serupa dengan rare-earths, terutama lantanium. Aktinium yang telah dimurnikan mencapai equilibrium dengan produk-produk hasil radiasinya di akhir 185 hari, untuk seterusnya merosot menurut 21.6 tahun paruh waktu. Unsur ini merupakan 150 kali lebih aktif ketimbang radium, menjadikannya sangat penting dalam memproduksi netron(mohsin, 2006).
Sumber
Sangat jarang di bumi, diperoleh dari biji aluminium. Satu ton dari Uranium mengandung mengandung sepersepuluh dari actinium. Biasanya diperoleh dari penyuguhan radium dengan neutron-neutron dalam sebuah reactor.
Isotop dari Actinium
225Ac [136 neutrons]
Kelimpahan: sintetis
Waktu paruh: 10 hari ( peluruhan Alfa )
Decay Energi: 5.935 MeV
Decays to 221Fr.
225Ac dipakai dalam pengobatan untuk membentuk 213Bi di dalam pemakaian ulang generator atau bisa dipakai sebagai agen untuk radio-immunotherapy untuk Target terapi Alpha .
226Ac [137 neutrons]
Kelimpahan : Synthetic
Waktu paruh: 29,32 jam ( beta )
Decay energi: 1.117 MeV
Decays to 226Th.
Waktu paruh: 29,32 jam ( penangkapan electron )
Decay energi: 0.640 MeV
Decays to 226Ra.
Sifat Kimia
Reaksi dengan oksigen
Aktinium mudah terbakar membentuk aktinium (III) oksida
4Ac(s) + 3O2(g) 2Ac2O3(s)
Energi ionisasi
Pembentukan kation dari atom logamnya atau dari kation yang muatannya lebih rendah selalu berlangsung secara endotermik karena dapatnya elektron lepas dari suatu atom atau dari kation diperlukan energi untuk mengatasi gaya tarik inti atom terhadap electron yang akan dilepaskan tersebut. Harga energi ionisasi dari actinium (effendi,2008)
Tabel 2.1 Energi ionisasi
Energi Ionisasi
M – M+
M+ – M2+
M2+ – M3+
M3+ – M4+
M4+ – M5+
M5+ – M6+
M6+ – M7+
M7+ – M8+
M8+ – M9+
M9+ – M10+ 499
1170
1900
4700
6000
7300
9200
10500
11900
15800

Kristal Struktur kubik

Gambar 2.2 struktur kristal actinium
YTTRIUM
Sejarah
Yttrium merupakan unsur golongan IIIB yang berada pada periode 5. Yttrium termasuk dalam logam transisi. Yttrium ditemukan oleh peneliti dari Finlandia bernama Johan Gadolin tahun 1794 dan diisolasi oleh Friedrich Wohler tahun 1828 berupa ekstrak tidak murni yttria dari reduksi yttrium klorida anhidrat (YCl3) dengan potassium.Senyawa ini tidak ditemukan dalam keadaan bebas di bumi(mohsin,2006).
Sumber
Elemen ini diperoleh di hampir semua mineral tanah jarang (termasuk monazite,
xenotime, and yttria (Y2O3)) dan dalam bijih uranium tapi tidak pernah ditemukan di alam sebagai element bebas(paul,2008).
Kegunaan
Penggabungan dengan europium menghasilkan fosfor merah untuk TV berwarna. Yttrium Oksida dan besi oksida digabung untuk membentuk sebuah kristal garnet untuk pemakaian radar. Serta digunakan untuk meningkatkan kekuatan dari logam aluminium dan magnesium. Dipakai untuk laser, lensa kamera(paul,2008).
Isotop
88Y [49 neutrons]
kelimpahan : synthetic
waktu paruh 106.6 hari[ Electron Capture ]
Decays to 88Sr.
Sifat Kimia
Sifat kimia dari Yttrium adalah:
Reaksi dengan air
Ketika dipanaskan maka logam Yttrium akan larut dalam air membentuk larutan yang terdiri dari ion Y (III) dan gas hidrogen
2Y(s) + 6H2O(aq) 2Y3+(aq) + 6OH-(aq) + 3H2(g)
Reaksi dengan oksigen
Pada reaksi dengan udara atau pembakaran secara cepat maka akan membentuk Yttrium (III)oksida
4Y(s) + 3O2(g) 2Y2O3(s)
Reaksi dengan halogen
Skandium sangat reaktif ketika bereaksi dengan semua unsur halogen membentuk trihalida
2Y(s) + 3F2(g) 2YF3(s)
2Y(s) + 3Cl2(g) 2YCl3(s)
2Y(s) + 3Br2(g) 2YBr3(s)
2Y(s) + 3I2(g) 2YI3(s)
Reaksi dengan asam
Yttrium mudah larut dalam asam klrida untuk membentuk larutan yang mengandung ion Y (III) dan gas hidrogen
2Y(s) + 6HCl(aq) 2Y3+(aq) + 6Cl-(aq) + 3H2(g)
Energi ionisasi
Pemahaman tentang keperiodikan unsur-unsur dapat diperoleh dengan mempelajari energi ionisasinya. Kemampuan pembentukan ikatan kimia yang menentukan juga sifat kimia unsure erat kaitannya dengan sukar mudahnya atom melapas electron.
Tabel 2.1 energi ionisasi
Ionisation Energies (kJ mol-1)
M – M+
M+ – M2+
M2+ – M3+
M3+ – M4+
M4+ – M5+
M5+ – M6+
M6+ – M7+
M7+ – M8+
M8+ – M9+
M9+ – M10+
616
1181
1980
5963
7430
8970
11200
12400
14137
18400

kristal stuktur
Heksagonal
Gambar 2.3 struktur kristal yttrium
LHANTANUM
Sejarah
Seorang ilmuawan kimia dari Swedia, Carl Gustav Mosander yang merupakan kimiawan hebat dengan julukan “father moses” pada tahun 1893 telah menemukan unsur baru dalam bentuk sampel impuritif cerium nitrat. Lanthanum ditemukan oleh ahli kimia dari Swedia ini ketika dia mengubah komposisi sampel cerium nitrat dengan memanaskan dan mereaksikan garamnya dengan mencairkan asam nitrat. Dari hasil reaksi tersebut lalu mengisolasinya yang disebut lantana.
Kelimpahan
Universe: 0.002 ppm (by weight)
Sun: 0.002 ppm (by weight)
Carbon meteorit: 0.29 ppm
Inti bumi: 34 ppm
Air laut:
Permukaan Atlantic: 1.8 x 10-6 ppm
Bagian dalam Atlantic: 3.8 x 10-6 ppm
Permukaan Pacific: 2.6 x 10-6 ppm
Bagian dalam Pacific: 6.9 x 10-6 ppm
Sifat Kimia
Reaksi dengan air
Lantanum cukup elektropositif dan bereaksi secara lambat dengan air dingin tapi cukup cepat jika bereaksi dengan air panas membentuk lanthana hidroksida dan gas hidrogen
2La(s) + 6H2O(g) 2La(OH)3(aq) + 3H2(g)
Reaksi dengan oksigen
Pada reaksi dengan udara atau pembakaran secara cepat maka akan membentuk Lanthana (III)oksida
4La(s) + 3O2(g) 2La2O3(s)
Reaksi dengan halogen
Logam lanthanum bereaksi dengan semua unsur halogen membentuk lanthana ( III) halida
2La(s) + 3F2(g) 2LaF(s)
2La(s) + 3Cl2(g) 2LaCl(s)
2La(s) + 3Br2(g) 2LaBr(s)
2La(s) + 3I2(g) 2LaI(s)
Reaksi dengan asam
Yttrium mudah larut dalam asam klrida untuk membentuk larutan yang mengandung ion Y (III) dan gas hidrogen
2La(s) + 3H2SO4(aq) 2La3+(aq) + 3SO42-(aq) + 3H2(g)

Tabel 2.2 Energi Ionisasi
Ionisation Energies (kJ mol-1)
M – M+
M+ – M2+
M2+ – M3+
M3+ – M4+
M4+ – M5+
M5+ – M6+
M6+ – M7+
M7+ – M8+
M8+ – M9+
M9+ – M10+ 538.1
1067
1850
4819
6400
7600
9600
11000
12400
15900

Struktur
Heksagonal

Gambar 2.4 Struktur kristal lhantanum
Aplikasi
Jarang sekali logam La murni atau senyawa oksidanya mempunyai kegunaan yang spesifik. Karena unsur-unsur kimia mempunyai kesamaan maka mereka sangat sulit untuk dipisahkan. Campuran tersebut akan lebih termaanfaatkan dari pada bentuk murninya. sebagai contoh : “misch metal” adalah campuran dari beberapa “rare earth” dan biasa digunakan untuk “lighter flints’ dan bentuk oksidasinya juga digunakan dalam phosphor layar televisi (LaMgAl11O19 ) dan beberapa peralatan flouresen serupa(annonimous).
La2O2 digunakan untuk membuat kaca optic khusus (kaca adsorbsi infra merah, kamera dan lensa teleskop). Jika La ditambahkan di dalam baja maka akan meningkatkan kelunakan dan ketahanan baja tersebut. La digunakan sebagai material utama dalam elektroda karbon (carbon arc electrodes). Garam-garam La yang terdapat dalam katalis zeolit digunakan dalam proses pengkilangan minyak bumi , karena La dapat menstabilkan zeolit pada temperatur tinggi. Salah satu kegunaan senyawa-senyawa gol Lanthanida adalah pada industri perfilman untuk penerangan dalam studio dan proyeksi. Lantanum dapat mengadsorbsi gas H2 sehingga logam ini disebut dengan “hydrogen sponge” atau sepon hydrogen(annonimous).
Gas H2 tersebut terdisosiasi menjadi atom H, yang mana akan mengisi sebagian ruangan (interstice) dalam atom-atom La. Ketika atom H kembali lepas ke udara maka mereka kembali bergabung membentuk ikatan H-H(annonimous).
Efek Bagi Kesehatan dan Lingkungan
La sangat berbahaya jikak kabut dan asapnya terhirup bersama masuknya oksigen serta dalam jangka waktu yang lama, akan dapat menyebabkan emboli. Jika menghirup La maka seseorang dapat terkena penyakit kanker paru-paru. Jika terakumulasi dalam tubuh maka La dapat mengancam organ liver(annonimous).
La dapat mencemari lingkungan, terutama dari industri petroleum dan dari pembuangan perabot rumah tangga. La secara terus-menerus terakumulasi di dalam tanah, hal ini akan memicu terkonsentrasinya di dalam tubuh manusia dan hewan(annonimous).
Bersama dengan hewan air, La dapat menyebabkan kerusakan pada membran sel, sehingga memberikan pengaruh negatif pada reproduksi dan sistem syaraf. La sangat mudah terakumulasi dalam otot(annonimous).

BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Persenyawaan Logam Tanah Jarang yang banyak terdapat dialam adalah:
• Bastnaesite (CeFCO3). Merupakan sebuah fluoro-carbonate cerium yang mengandung 60-70% Oksida logam tanah jarang seperti Lanthanum and Neodymium.
• Monazite ((Ce,La,Y,Th)PO3) Merupakan senyawa phospat logam tanah jarang yang mengandung 50-70% Oksida LTJ.
• Xenotime (YPO4) merupakan senyawa yttrium phosphat yang mengandung 54-65% logam tanah jarang termasuk erbium, cerium dan thorium.
• Zircon, merupakan senyawa a zirconium silicate yang didalamnya ditemukan thorium, yttrium dan cerium.
Logam golongan III B karena merupakan logam transisi yang mana sifat-sifat dari logam trasnsisi adalah:
• Senyawanya pada umumnya berwarna.
• Banyak senyawanya bersifat paramagnetik.
• Mempunyai beberapa harga bilangan oksidasi.
• Dapat membentuk senyawa kompleks.

DAFTAR PUSTAKA

Annonimous. 2010. Kimia Dahsyat. Diakses tanggal 1 mei 2010.
Achmad, H. 2001. Struktur Atom Struktur Molekul & Sistem Periodik. Bandung: PT CINTRA ADITYA BAKTI.
Cotton & wilkinson. 2009. Kimia Anorganik Dasar. Jakarta: UI press.
Effendi.2008 . ikatan ionik. Malang: UM press.
Mohsin, Y .2006. Skandium. Chem-is-try.org. Diakses tanggal 1 mei 2010.
Mohsin, Y .2006. Actinium. Chem-is-try.org. Diakses tanggal 1 mei 2010.

3 thoughts on “Makalah Kimia Unsur Golongan III B

    ina said:
    Juni 14, 2012 pukul 11:24 pm

    kimiawan cuy…….numpang lewat yo….

      erwantoindonesia responded:
      Juni 22, 2012 pukul 3:31 pm

      mencoba beraktualisasi mbk………..heheh

    ninis said:
    April 28, 2013 pukul 1:55 am

    mas eeerrrr . . . .kbetulan presentasiku ini, hhaaa makasiii :))

jangan lupa komentar ya................

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s