ANDIR DAN ANSOS DENGAN METODE SWOT

Posted on Updated on


 

Sebagai manusia tentunya kita tidak bisa luput dari kehidupan yang membelit manusia satu dengan yang lainnya. Kebaikan yang kita lakukan kadang tidak bisa diterima  manusia yang lain padahal kita memiliki keinginan yang baik untuk kehidupan ini, baik itu bagi diri kita ataupun orang lain, tetapi teman kita ataupun orang lain kadang menyalahkan dengan tindakan yang kita lakukan. Tentunya pasti ada alasan dibalik itu semua ketika niat baik kita tiba-tiba dijegal ataupun tidak diterima orang lain. Ada beberapa factor yang bisa menyebabkan itu semua. Pertama ditinjau dari subyektififtas (pelaku) misalnya, kita ingin melakukan perubahan pada tatanan masyarakat dimana kita tidak memiliki komunikasi yang baik dengan masyarakat sekitar yang ada, sehingga dari dalam diri masyarakat muncul sebuah presepsi bahwa bagi mereka kita tidak penting sehingga mereka acuh dengan kita (no respon) dengan tawaran kita, kedua secara obyektifitas kita juga belum mengetahui dengan tawaran kita tadi apakah memiliki dampak yang lebih menguntungkan atau merugikan masyarakat. Ketiga secara kompleksitas kita belum tahu dan belum dapat memastikan dalam men-goalkan pemikiran kita, kita tidak mengetahui beberapa elemen-elemen yang dapat mendukung ide kita sehingga dalam pelaksanaanya bisa terjatuh beberapa kali, misalnya dukungan saja adanya pemerintahan, pengusaha, atau bahkan preman pakah itu akan mendukung kita atau bahkan menjadi lawan main kita.

Melihat sedemikan rumit hal-hal yang perlu kita lakukan dalam menawarkan sebuah pemikiran maka dalam diskusi ini kita perlu cara atau metode khusus bagaimana cara memecahkannya.dan disinilah peranan ANDIR (Analisa Sosial) dan ANSOS( Analisa Sosial) yang perlu kita jadikan pijakan. Analisa diri (seperti penjelasan pada PRA PKD XII) bahwa analisa diri adalah kemampuan kita melihat dan menganalisis segala aspek dengan focus subyektifitas (diri kita) dan analisis diri sendiri diarahkan kepda kemampuan diri kita inatuk mengetahui gambaran dan situasi dari diri kita

Sedangkan analisis sosial merupakan usaha untuk menganalisis sesuatu keadaan atau masalah sosial secara objektif. Analisis sosial diarahkan untuk memperoleh gambaran lengkap mengenai situasi sosial dengan menelaah kaitan-kaitan histories, structural dan konsekuensi masalah. Analisis sosial akan mempelajari struktur sosial, mendalami fenomena-fenomena sosial, kaitan-kaitan aspek politik, ekonomi, budaya dan agama. Sehingga akan diketahui sejauh mana terjadi perubahan sosial, bagaimana institusi sosial yang menyebabkan masalah-masalah sosial, dan juga dampak sosial yang muncul akibat masalah social.

Kemudian setelah kita mengetahui dasar- dasar analisis perlu kiranya kita membutuhkan alat analisis yang sering biasa digunakan adalah SWOT (Strenght, Weaknest, Opportunity dan Treatment). Peran SWOT disini adalah memetakan variable-varibel secara subyektifitas dan obyektifitas yang kemudian harus disublimasikan diantara keduanya. Pemetaan variable dimulai dengan penempatan poin of SWOT dimana Strenght (kekuatan), yang dimaksud dengan kekuatan disini adalah potensi dari diri internal subyek yang mampu menunjang kepribadian dan kecakapan untuk mendorong dan menarik struktur social sehingga tatanan social tertuju pada internal subyek misalnya saja kita memiliki ketampan(pria) atau kecantikan(wanita) ini bisa kita jadikan sebuah kekuatan bagi diri kita untuk memepengaruhi public dengan pesona dan kepribadian yang unggul dalam hal ini rupa yang kita miliki, contoh lain lagi bisa dari kecerdasan kita kelembutan kita ketegasan kita dll. Weakness (Kelemahan) adalah potensi dari dalam internal subyek yang mampu menyebakan tatanan struktur social menjadi kontra atau menjauh dari internal subyek, misalnya saja kebodohan kita, ini dapat menyebabkan kita tidak dianggap sebagai ikon yang berpengaruh dalam masyarakat. peluang adalah pengertiannya sama dengan kekuatan hanya berbeda disini yang menjadi focus subyeknya adalah dari eksternal subyek, contoh sederhana saja dalam perihal bisnis kita ingin melamar pekerjaan peluang dari kita adalah celah dari perusahaan yang dapat kita manfaatkan dan ternyata direktur perusahaan adalah paman kita dan disitulah peluang. sedangkan tantangan adalah factor eksternal subyek yang dapat menjadi penghalang bagi eksternal subyek untuk meraih keinginanan. Dengan contoh yang sama pada saat melamar pekerjaan tantangan kita adalah adanya orang lain yang melamar sehingga menjadi lawan kita dan ini juga dapat menyebabkan peluang kita jadi pegawai dari perusahaan menjadi kecil.

Setelah memahami pemetaan variable dengan metode SWOT, kemudian metode SWOT ini kita gunakan untuk menganalisa diri kita (ANDIR) dan menganalisa social (ANSOS) dan mengintegrasikan diantara keduanya sehingga menjadi sebuah pemaparan pemataan besar yang mampu menjadi bahan kita dalam menyusun strategi dan gerakan dalam melakukan suatu perubahan.

 

 

jangan lupa komentar ya................

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s